CANGKINGAN - Pemerintah Desa Cangkingan beserta Ibu-Ibu PKK, Ketua RT dan RW mengadakan acara Mapag Dewi Sri pada Senin (13/05/2024). Acara tersebut berumur ratusan tahun peninggalan dari nenek moyang yang dilakukan di Blok Dusun Tengah tepatnya di Buyut Jembangan. Mapag Dewi Sri meru[pakan budaya lokal kususnya desa Cangkingan yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya musim panen sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.
''Mapag Dewi Sri'' berasal dari bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi. Dalam bahasa Jawa halus, ''mapag'' berarti menjemput, sedangkan sri dimaksudkan sebagai padi. Maksud dari menjemput padi adalah panen.
Mapag Sri yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Cangkingan Beserta Ibu-Ibu PKK, Ketua RT dan RW Bermaksud sebagai ungkapan rasa syukur petani kepada Tuhan Yang Maha Esa karena panen yang diharapkan telah tiba.